Limboto, Realitanews.ne – Di tengah kemeriahan perhelatan Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan ke-XVII tahun 2026, stand pameran Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) menjadi pusat perhatian. Pada Sabtu (20/06/2026), Bupati Gorontalo Utara, Thariq, menerima kunjungan istimewa dari para petani asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Bupati Thariq memanfaatkan momen untuk mempromosikan berbagai potensi unggulan sektor pertanian yang dimiliki Gorontalo Utara. Ia menjelaskan bahwa Gorut memiliki prospek yang menjanjikan, mulai dari komoditas tanaman pangan, hortikultura, hingga sektor peternakan yang saat ini terus dikembangkan.
Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran
Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Bupati Thariq adalah keberanian Pemerintah Daerah untuk tetap melakukan inovasi, meskipun saat ini tengah menghadapi tantangan efisiensi keuangan yang cukup ketat. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk memutus langkah dalam menyejahterakan masyarakat.
“Jadi walau dalam kondisi efisiensi, kami tetap berinovasi guna menunjukkan komitmen kami untuk mencapai kesejahteraan petani,” ujar Thariq di sela-sela diskusi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara meluncurkan sejumlah program strategis yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat, yaitu:
Gerakan Agro Mopomulo (GAM) Program strategis untuk mengoptimalkan lahan pertanian agar lebih produktif.
Gerakan One Man Teen Threes: Inovasi pendampingan dan kemandirian petani di lapangan.
Gerakan G2-10: Program di bidang peternakan, di mana setiap keluarga didorong untuk memelihara minimal 2 ekor kambing dan 10 ekor ayam sebagai upaya diversifikasi pendapatan.
Apresiasi dari Petani Sidrap
Langkah konkret dan inovatif yang diambil oleh Pemerintah Gorontalo Utara ini menuai pujian dari para petani asal Sidrap. Mereka mengaku kagum melihat bagaimana Gorut mampu bergerak maju meskipun dalam situasi fiskal yang menantang.
“Luar biasa. Padahal hampir semua daerah merasakan hal yang sama tentang efisiensi keuangan yang membuat pemerintah daerah hampir tak berdaya. Tapi di sini, Bapak Bupatinya masih bisa berinovasi yang hasilnya bisa langsung dirasakan oleh warga masyarakat,” ungkap salah satu pengunjung asal Sidrap dengan penuh antusias.
Kunjungan ini diharapkan menjadi ajang pertukaran ilmu dan jejaring antardaerah, sekaligus membuktikan bahwa dengan semangat inovasi dan kebijakan yang tepat sasaran, sektor pertanian tetap bisa menjadi tulang punggung ekonomi yang tangguh bagi masyarakat.(RN/AT)














