Pasca PENAS, KTNA Gorontalo Utara Bakal Bangun Miniatur Geltek Integrated Farming

GORONTALO UTARA – RealitaNews- Keikutsertaan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Gorontalo Utara dalam Pekan Nasional (PENAS) KTNA bukan sekadar menghadiri seremonial tingkat nasional. Momentum bergengsi tersebut dijadikan pijakan penting untuk membawa pulang ilmu, inovasi, dan semangat perubahan demi mendongkrak kesejahteraan petani dan nelayan di bumi Gorontalo Utara.

Salah satu inspirasi terbesar yang didapatkan delegasi selama perhelatan PENAS adalah kawasan Gelar Teknologi (Geltek) Kawasan ini sukses mencuri perhatian karena menampilkan berbagai terobosan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, hingga sistem pertanian terpadu yang telah berhasil diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia.

Menyadari bahwa tidak semua petani dan nelayan di Gorontalo Utara memiliki kesempatan untuk menyaksikan langsung inovasi tersebut, KTNA Gorontalo Utara langsung bergerak cepat. Lewat Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL), mereka sepakat untuk membangun Miniatur Kawasan Geltek di daerah sendiri

Langkah ini diambil agar masyarakat lokal dapat melihat, mempelajari, dan menduplikasi secara langsung contoh nyata dari teknologi dan model usaha tani yang relevan dengan potensi daerah.

Ketua KTNA Kabupaten Gorontalo Utara, Ismail Udin menjelaskan bahwa Miniatur Geltek ini nantinya akan diwujudkan dalam bentuk kawasan pertanian terpadu (Integrated Farming). Kawasan ini akan mengintegrasikan berbagai sektor sekaligus.

Miniatur Geltek ini akan mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan hasil, hingga edukasi lingkungan. Kawasan ini bukan hanya menjadi tempat belajar biasa, tetapi juga menjadi laboratorium lapangan bagi petani, nelayan, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum,” urai Ismail.

Lebih jauh, Ismail mengungkapkan bahwa proyeksi kawasan ini tidak hanya berhenti sebagai pusat pelatihan. Ke depan, kawasan Integrated Farming tersebut akan dikembangkan menjadi destinasi agrowisata.

Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan *multiplier effect* (efek berganda)—selain meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor agraris, juga membuka peluang ekonomi baru bagi daerah melalui sektor pariwisata berbasis pertanian.

KTNA Gorontalo Utara meyakini bahwa tolok ukur keberhasilan sebuah delegasi dalam kegiatan nasional bukanlah dari seberapa ramai atau megahnya acara yang diikuti, melainkan sejauh mana ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat dikonversi menjadi manfaat nyata bagi masyarakat di daerah asal.

“Semoga langkah ini menjadi awal lahirnya pusat inovasi pertanian yang mampu menginspirasi dan meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di Gorontalo Utara,” tandas Ismail optimis.

Bagi KTNA Gorontalo Utara, garis akhir perhelatan PENAS justru menjadi garis start bagi perjuangan yang sesungguhnya.

PENAS telah selesai, tetapi pengabdian baru saja dimulai. Saatnya membawa inovasi dari tingkat nasional menjadi gerakan nyata di desa-desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *