GORONTALO UTARA,REALITANEWS – Inovasi yang digagas Bupati Gorontalo Utara dalam menyikapi efisiensi sektor pertanian membuahkan hasil positif. Kebijakan yang mempermudah akses sarana produksi (saprodi), mulai dari bibit hingga pupuk bagi petani, mendapatkan apresiasi tinggi dari para pelaku sektor pertanian di wilayah tersebut.
Bentuk apresiasi tersebut diwujudkan melalui pemberian piagam penghargaan oleh 537 kelompok tani yang bernaung di bawah Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Gorontalo Utara. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas keberpihakan Pemerintah Daerah terhadap kesejahteraan petani.
Ketua KTNA Kabupaten Gorontalo Utara, Ismail Udin, menjelaskan bahwa pemberian penghargaan ini didasari atas hasil rembuk bersama seluruh kelompok tani. Menurutnya, sinergitas yang terbangun antara KTNA dan Pemerintah Daerah telah terbukti memberikan kemudahan nyata di lapangan.
“Piagam penghargaan ini kami berikan kepada Bupati Gorontalo Utara berdasarkan hasil rembuk kelompok tani. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas sinergitas yang terbangun harmonis antara KTNA dan Pemda, khususnya dalam efisiensi distribusi saprodi,” ujar Ismail Udin saat ditemui di sela-sela kegiatan Penas XVII di Limboto, Sabtu (20/06/2026).
Pemberian penghargaan tersebut telah dilakukan pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Gorontalo Utara ke-19, tanggal 27 April 2026 lalu.
“Didampingi oleh 537 Ketua Kelompok Tani, saya menyerahkan piagam tersebut langsung kepada Bupati pada malam inagurasi perayaan HUT Gorontalo Utara,” tambah pria yang akrab disapa Mais tersebut.
Saat ini, KTNA Gorontalo Utara tengah aktif mempromosikan potensi daerah dalam perhelatan Penas XVII. Melalui stand pameran di lokasi Gelar Teknologi (Geltek) Limboto, KTNA bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan (*stakeholders*) dan pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan keunggulan sektor pertanian Gorontalo Utara kepada khalayak yang lebih luas.
Langkah Bupati Gorontalo Utara, yang juga dikenal sebagai Deklarator Pembentukan Kabupaten Gorontalo Utara ini, dinilai menjadi motor penggerak bagi kemandirian petani di daerah tersebut, membuktikan bahwa efisiensi yang dibarengi dengan inovasi tepat sasaran dapat memperkuat ketahanan pangan daerah.(RN/AT)














