Bapppeda Lakukan Monitoring SPPG 3T Ponelo Di Acara Motabi Kambungu

Dua SPPG 3T di Gorut siap beroperasi

GORONTALO UTARA (RealitaNews) – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara kembali berkomitmen untuk mendekatkan dan memaksimalkan pelayanan publik langsung ke tengah masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui program unggulan Motabi Kambungu yang diinisiasi oleh Bupati Gorontalo Utara, di mana seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diboyong langsung ke lokasi kegiatan untuk melayani berbagai kebutuhan warga setempat secara detail.

Kali ini, geliat pelayanan Motabi Kambungu dipusatkan di wilayah Kecamatan Ponelo Kepulauan. Kehadiran jajaran pemerintah daerah di wilayah kepulauan ini menjadi wadah krusial bagi pemda untuk menyerap aspirasi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendasar masyarakat secara langsung.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gorontalo Utara menjadi salah satu OPD yang bergerak aktif dalam agenda kali ini. Bappeda memanfaatkan momentum Motabi Kambungu untuk melakukan monitoring dan evaluasi mendalam mengenai kesiapan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Ponelo. Fasilitas ini nantinya diproyeksikan akan melayani sekitar 500 warga penerima manfaat melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T).

Kepala Bappeda Gorontalo Utara, Helmi Potutu, menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan program nasional tersebut berjalan optimal sejak dini. Guna memastikan akurasi data dan kesiapan di lapangan, pihaknya juga akan mengajak Bupati dan Wakil Bupati untuk meninjau langsung ke lokasi.

“Alhamdulillah, Bappeda sebelumnya telah mengajukan 2 (dua) buah SPPG 3T, yaitu di Dudepo dan Ponelo. Saat ini, keduanya sudah dinyatakan siap untuk beroperasi melayani masyarakat,” ungkap Helmi.

Lebih lanjut, Helmi mengurai bahwa selama pelaksanaan Motabi Kambungu di Ponelo Kepulauan, Bappeda mengawal sejumlah agenda penting yang berfokus pada pematangan program kerja daerah.

“Tentunya kami akan melaksanakan rangkaian kegiatan yang berjalan beriringan dan sesuai dengan fungsi-fungsi utama yang ada di Bappeda,” tandas Helmi.

Melalui pemantauan langsung ini, diharapkan program intervensi gizi di wilayah 3T Gorontalo Utara dapat berjalan tepat sasaran, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang inklusif dan merata hingga ke wilayah kepulauan.(AT/RN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *