GORONTALO, RealitaNews.net – Sinergitas antara Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Pemerintah Provinsi Gorontalo semakin solid menjelang perhelatan akbar Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII tahun 2026. Kedua belah pihak bersepakat untuk memastikan kesuksesan acara tersebut meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Hal ini ditegaskan oleh Ketua KTNA Provinsi Gorontalo, Dr. Arjun Mogulaingo, saat memberikan materi pada Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Liaison Officer (LO) atau petugas penghubung di Sekretariat Panitia Penas XVII, kawasan Pentadio Resort, Kamis (23/4/2026).
Komitmen di Tengah Efisiensi
Dalam arahannya, Dr. Arjun menekankan bahwa tantangan anggaran tidak menjadi penghalang bagi semangat kolaborasi antara organisasi profesi dengan pemerintah daerah. Ia menyatakan tekad bulat untuk menyukseskan Penas yang dijadwalkan akan digelar pada 20 Juni 2026 di Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Sinergitas antara KTNA dengan pemerintah di tengah efisiensi anggaran ini tetap bulat. Fokus kita adalah menyukseskan pelaksanaan Penas XVII agar memberikan dampak positif bagi citra daerah dan kesejahteraan petani nelayan,” ujar Dr. Arjun di hadapan para peserta Bimtek.
Persiapan Matang dan Pembekalan LO
Di lokasi yang sama, Koordinator Tim Kerja Penas XVII, Tojim Boki, menambahkan bahwa panitia saat ini tengah bekerja ekstra mempersiapkan segala aspek teknis guna menjamin kelancaran acara berskala nasional tersebut.
Sebagai bagian dari persiapan, sebanyak 38 orang petugas LO diberikan pembekalan intensif melalui Bimtek ini. Para petugas tersebut disiapkan untuk melayani delegasi dari 38 provinsi peserta Penas yang akan datang ke Bumi Serambi Madinah.
Kami sedang mempersiapkan segala sesuatunya secara detail. Kehadiran 38 LO ini sangat vital karena mereka akan menjadi jembatan komunikasi bagi seluruh provinsi peserta agar koordinasi di lapangan berjalan mulus,” jelas Tojim.
Menuju Puncak Penas XVII
Penas XVII di Limboto diprediksi akan menjadi pusat pertukaran teknologi, informasi, dan konsolidasi petani serta nelayan se-Indonesia. Dengan waktu persiapan yang menyisakan kurang dari dua bulan, langkah sinkronisasi antara KTNA, pemerintah daerah, dan tim kerja di lapangan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesuksesan penyelenggaraan di Gorontalo***(AT)
